Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana, S.Sos Hadiri Rapat Kordinasi LTT Program Upsus Pajale di Gorut

 

Kwandang . Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana, S.Sos sebagai penanggung Jawab dalam pelaksanaan tugas pendampingan pertanian oleh TNI AD di Wilayah Provinsi Gorontalo berjanji akan terus meingkatkan upayanya serta bekerja keras bersama jajaranya agar mencapai target LTT Provinsi Gorontalo Tahun 2018. Dalam upaya percepatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan Kapasitas produksi khususnya pangan di Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Pemerintah daerah Kabupaten Gorut menggelar Acara rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Program Upsus Pajale di Kabupaten Gorontalo Utara periode Bulan Oktober 2017 s.d maret 2018, selasa (20/3) kemarin bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Gorut. Acara yang dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian RI selaku penanggung jawab Upsus diwilayah Provinsi Gorontalo, yakni ibu mariyati, Dandim 1304 Gorontalo letkol Inf. Allan Surya Lesmana, S. Sos, Kepala dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, seluruh Camat se-Gorut, Pimpinan SKPD terkait serta Danramil dan Babinsa Kodim 1304/Gorontalo se Kab. Gorut ini dibuka langsung oleh Plt. Bupati Gorut, Drs. Abdul Haris Hadju, MM.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Haris Hadju menyampaikan Bahwa kenapa pemerintah pusat dan Provinsi serta TNI memberikan perhatian khusus pada tanaman padi, agar bisa mencapai tujuan nasional yakni swasembada pangan dan menciptakan ketahanan pangan secara Nasional. ¬†Dilihat Dari sisi ketahanan nasional, sudah bisa mencukupi kebutuhan pangan di seluruh wilayah. Terkait capaian nasional ini diharapkan tidak terjadi impor beras oleh pusat. Karena jadi polemik dikalangan kementerian Pertanian RI beras sudah tersedia bahkan surplus. Dilain pihak kementerian perdagangan RI melakukan impor. menteri perdagangan pangan beranggapan stok pangan tersedia bila mana terjadi bencana di daerah itulah yang akan dikeluarkan. Sehingga pemerintah pusat telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan Impor pangan. “untuk itulah, ketersediaan pangan secara nasional tentu dengan peningkatan produksi dengan memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong atau lahan tidur.

Secara khusus di kabupaten Gorontalo Utara itu perlu saya sampaikan memang di dalam target itu sekitar 9.610 ton dari pihak kementerian Pertanian, baru terealisasi sejumlah 6.680 ton atau 67,8 persen sekian pada akhir tahun 2017 kemarin. Mengapa Target kita tinggi karena sudah ditetapkan oleh pemerintah Pusat dalam hal ini Kementan RI karena berdasarkan analisa satelit. Untuk Padi ladang daerah Gorut masih ada sekitar 33 ribu hektar sekian untuk diolah. Tentu ini saya berharap bisa mencapai target tersebut dengan memanfaatkan lahan-lahan yng bisa ditanami padi. Walaupun tidak sesuai harapan kita semua bahwa data yang ada di pemerintah daerah tidak sama dengan data satelit dari kementerian pertanian RI. Tetapi kita tidak melihat dari sisi itu, akan tetapi bagaimana produksi padi itu bisa mengalami peningkatan dan bisa memberikan harapan kepada petani serta bisa memenuhi stok kebutuhan pangan nasional”, ungkap Haris Hadju. Olehnya melalui rapat koordinasi ini diharapkan semua Stockholder dapat memberikan sumbangsi pemikiran dan gagasan yang dapat mempercepat proses produksi pangan melalui program upsus Pajale yang berkualitas sehingga mampu memenuhi target capaian produksi pangan serta menciptakan swasembada pangan di daerah, maupun secara Nasional. Tak lupa Bupati pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pihak TNI baik Dandim 1304 Gorontalo, Danramil se-Gorut dan Para Babinsa yang sudah bekerja keras dan bermitra dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan Produksi Pertanian di daerah dengan harapan agar kedepannya upaya tersebut dapat terus ditingkatkan.

(Red-1304-Taufik)

Bagikan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *